Pejuang Kata-kata
Menjadi pejuang kata-kata suatu pekerjaan yang menyenangkan. Lahir dari kata, bekerja untuk kata, hidup juga karena kata.
Karena kata-kata juga Blog ini lahir untuk memainkan setiap sentuhan kata yang dirangkai menjadi sebuah tulisan. Selamat bermain kata-kata.
Karena kata-kata juga Blog ini lahir untuk memainkan setiap sentuhan kata yang dirangkai menjadi sebuah tulisan. Selamat bermain kata-kata.
Rabu, 10 Desember 2014
Kematian Global akibat Malaria Turun Separuh
Jumlah kematian akibat malaria global turun 47 persen pada 2000-2013. Sepanjang 2013, tercatat 584.000 orang tewas akibat malaria di dunia, 78 persen di antaranya anak balita. Peningkatan akses pada kelambu khusus, tes diagnostik cepat, dan terapi kombinasi kepada penderita malaria berbasis artemisinin menjadi kunci sukses pengendalian.
Senin, 08 Desember 2014
Makan Nasi Lebih Bahaya Ketimbang Gorengan
Bila kita selama ini mengetahui kalau lemak lebih bahaya daripada karbohidrat, sebuah studi baru menyangkalnya. Para ilmuwan dari Ohio State University justru memperhatikan bahwa karbohidrat seperti nasi jauh lebih bahaya dari lemak jenuh semisal gorengan.
Sabtu, 06 Desember 2014
Selain Permen, Makanan Ini Juga Merusak Gigi
Rasanya tak ada yang suka berkunjung ke dokter gigi. Apa lagi jika membayangkan rasa ngilu, operasi, atau suara bor gigi. Karena itu, lebih baik mencegah kerusakan gigi dari sekarang dengan mengantisipasi dampak buruk beberapa jenis makanan.
Anak yang Mengalami Kekerasan Seksual Rentan Tertular HIV
Penyebab Harga Tanah Melejit!
Jumat, 05 Desember 2014
Misteri Tsunami
![]() |
| Peta Indonesia dan negara-negara di sekitarnya. |
Senin, 22 September 2014
Cerita Tiga Lelaki dan ”Revolusi Mental” ala Negeri Ginseng
![]() |
| Spirit korea |
Jika
tidak jadi manusia yang unggul, kami akan mati. Itulah prinsip yang dipegang
bangsa Korea Selatan yang miskin sumber daya alam dan secara geopolitik
dikepung empat kekuatan besar: Tiongkok, Rusia, Korea Utara, dan Jepang.
Tiga laki-laki itu
memiliki jalan hidup berbeda. Namun, boleh jadi mereka dibentuk dengan doktrin
dan pola pendidikan yang sama oleh generasi di atasnya yang merasakan pedihnya
perang dan kemiskinan.
Langganan:
Postingan (Atom)






